Mengenal Qusthul Bahri atau Kostus

Mengenal Qusthul Bahri atau Kostus

Qusthul Hindi/Qusthul Bahri/Kostus“Sesungguhnya sebaik-baiknya obat bagi kalian adalah bekam dan al qusthul al bahri” (HR. Al Bukhary no. 5696)

“Rosululloh Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : Berobatlah dengan Qisth Hindii, karena di dalamnya terdapat tujuh kesembuhan, dimasukkan melalui hidung untuk udzroh (amandel) dan dimasukkan melalui mulut untuk dzatul janbi” (HR. Al Bukhari no. 5692)

Sebagai Terapis Thibbun Nabawi, tentunya kita harus mengenal apa itu al qusthul al bahri (Qusthul Bahri), karena dalam dunia pengobatan thibbun nabawi nama qusthul bahri beberapa kali dituangkan dalam hadits Rasulullah SAW, sebagai pengetahuan dan sebagai alternatif apabila diperlukan, karena sesungguhnya qusthul bahri merupakan herbal sunnah sebagaimana herbal-herbal sunnah lainnya seperti habbatussauda, zaitun, kurma dll.

Qusthul Bahri sendiri di dunia ilmu pengobatan dikenal dengan nama Kostus, Ibnu Qoyyim (semoga Allah Ta’ala merahmatinya) menggolongkan Qusthul ini menjadi dua macam, Qusthul yang berwarna putih Ibnu Qoyyim menyebutnya sebagai Kostus laut (Qusthul Bahri) sedangkan yang berwarna hitam menyebutnya Kostus Hindi (Qusthul Hindi) dan ada pula yang menyebutnya sebagai cendana putih dan cendana hitam.

Qusthul Bahri tergolong dari saussaurea lappa yang termasuk kedalam genus saussaurea dengan famili asteraceae, Qusthul ini berupa akar-akaran atau seperti jahe,  sendiri sangat dikenal oleh masyarakat sebagai obat bagi berbagai penyakit seperti pencernaan, peradangan dan infeksi. Jaman dahulu qusthul ini merupakan herbal dan barang dagangan yang cukup penting antara Romawi dan India.

Tanaman Qusthul bahri ini banyak ditemukan pada lahan dengan ketinggian 3500-5000 meter, dengan cuaca dan udara yang dingin. Seperti di Asia ini Qusthul Bahri banyak tumbuh di sekitar pehunungan Himalaya dan disana biasa digunakan oleh orang-orang suku tibet untuk mengatasi penyakit-penyakit yang mereka derita.

Qusthul Bahri ini memiliki rasa yang pahit, namun hangat dan bau tajam. Banyak digunakan sebagai pengobatan yang berhubungan dengan empedu pankreas seperti diabetes melitus, masalah saluran pencernaan, memperkuat fungsi liver dan ginjal, menstabilkan tekanan darah, peradangan pada saluran perafasan, memperbaiki masalah saluran kencing, dll.

Secara keilmuan thibbun nabawi Rasulullah SAW mengabadikan dari manfaat qusthul bahri ini, tentu manfaat dibalik itu ada kedahsyatan seperti herbal habbatussauda, zaitun, kurma dll, sehingga Rasulullah pun bersabda seperti hadis diatas, namun di Indonesia kurang banyak dikenal sebagaimana qusthul bahri dikenal di dunia pengobatan china dan india.

Penggunaan Qusthul Bahri

Cara atau teknik yang biasa digunakan dalam pengobatan yang menggunakan qusthul bahri yaitu :

  • Teknik Sauth, Teknik ini yaitu terapi dengan cara memasukkan obat melalui hidung (gurah hidung). seseorang dibaringkan sehingga kepalanya menengadah keatas, lalu diteteskan air atau minyak dari qusthul bahri ini, sehingga masuk keotak, biasanya mengeluarka semacam kotoran-kotoran seperti layaknya gurah, muntah dan bersin-bersin. teknik ini juga untuk mengobati penyakit amandel.
  • Teknik Ladud, Teknik ini yaitu terapi dengan cara menuangkan obat melalui sisi mulut untuk kemudian ditelan oleh pasien. Untuk penyakit-penyakit dalam seperti pencernaan, pernafasan dll.

Khasiat Qusthul Bahri atau Qusthul Hindi

Dari Hadis diatas, bahwa Rasulullah menyebutkan manfaat dari qusthul bahri ini untuk 7 penyembuhan penyakit, diantaranya

  1. Udzroh, yakni sakit pada tenggorokan, penyakit ini peradangan pada dua kelenjar tonsil (amandel; tonsilitis).
  2. Dzatul Janbi, penyakit ini banyak jenisnya, ada yang berupa infeksi bakteri pada selaput dada (pleuritis), infeksi baksil TBC, dan ada pula dzatul janbi rotsawiyah (rheumatism).Para dokter menyebutkan bahwa qusthul bahri itu bermanfaat untuk melancarkan kencing dan darah haid, membunuh cacing di dalam usus, menghilangkan racun dan demam quartan, menghangatkan lambung, membangkitkan nafsu seks, dan menghilangkan flek darah.

Diambil dari berbagai sumber

Wallohu’alam.

Inline
Inline