iklan madu brc
BRC Cibaduyut Twitter
BRC Cibaduyut Facebook

keberuntungan angka tujuh

Penyebutan Angka Tujuh Dalam Al-Quran Dan Hadits

angka tujuh Penyebutan Angka Tujuh Dalam Al Quran Dan HaditsPenyebutan Angka Tujuh Dalam Al-Quran Dan HaditsSetelah kemarin membahas tentang kurma yaitu Makan tujuh butir kurma ajwa dapat menangkal racun dan sihir, maka terbesit kenapa harus tujuh? Dan Banyak angka tujuh disebut-sebut dalam al-Quran dan al-hadits.

Angka tujuh merupakan angka istimewa, kenapa istimewa? karena angka tujuh ini banyak disebut dalam al-quran dan hadits, bukan untuk menjadikan angka tujuh ini menjadi angka hoki atau keberuntungan atau apapun sejenisnya, semoga dengan mengetahui beberapa penyebutan angka tujuh dalam al-quran dan al-hadits menjadi kita insan yang lebih cinta akan ilmu Islam.

  • Makan Tujuh butir kurma ajwa dapat menangkal racun dan sihir
  • Allah menciptakan langit dan bumi masing-masing tujuh lapis
  • Jumlah hari dalam sepekan adalah tujuh
  • Manusia mencapai tahapan kesempurnaan penciptaan dirinya ketika telah mencapai tujuh fase.
  • Allah mensyariatkan kepada para hamba-Nya untuk berthawaf tujuh putaran.
  • Sa’i antara Shafa dan Marwah juga sebanyak tujuh putaran.
  • Melempar jumrah masing-masing tujuh kali.
  • Takbir shalat Ied di raka’at pertama juga tujuh kali.
  • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perintahkanlah mereka (anak-anak kalian) untuk shalat pada usia tujuh tahun” HR Ahmad (II/187), Abu Dawud (no. 494, 495), At-Tirmidzi (no. 407), Ad-Darimi (I/333) dan Al-Hakim (I/201)
  • Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, beliau memerintahkan agar kepalanya disiram dengan air sebanyak tujuh qirbah. Al-Bukhari (no. 4442), dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Dengan lafazh “Guyurkan kepadaku (air) tujuh qirbah”
  • Allah pernah memberi kuasa kepada angin untuk mengadzab kaum ‘Aad selama tujuh malam.
  • Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdo’a kepada Allah agar memberikan pertolongan kepada kaumnya dengan tujuh masa sebagaimana yang diminta oleh nabi Yusuf. HR Al-Bukhari (no. 1006), dari Sahabat Abu Hurairah
  • Allah menggambarkan sedekah seseorang dilipatgandakan pahalanya seperti tujuh batang pokok padi yang masing-masing berisi seratus butir padi. Sebagaimana firman Allah : “ Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-taip bulir seratus biji. Allah meliput gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 261]
  • Batang padi yang dilihat oleh sahabat nabi Yusuf dalam mimpinya jumlahnya juga tujuh buah. Jumlah tahun saat mereka bercocok tanam juga tujuh.
  • Pelipatgandaan pahala hingga tujuh ratus kali lipat atau lebih
  • Yang masuk surga dikalangan ummat ini tanpa hisab ada tujuh puluh ribu orang. HR Al-Bukhari (no. 5707) dan Muslim (no. 220) dari Shahabat Ibnu Abbas. Lafazhnya adalah : “..Dan akan masuk Surga tanpa hisab dari mereka (umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) tujuh puluh ribu orang”.
  • Disamping itu ada pula lafzh angka tujuh yang lain dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu, Allah berfirman : “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [Luqman ; 27]
  • “Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja) kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka, yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik” [At-Taubah : 80]
  • Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Orang mukmin makan dengan satu usus manakala orang kafir makan dengan tujuh usus”  HR Al-Bukhari (no. 5393), Muslim (no. 2060) dan yang lainnya dari Sahabat Ibnu Umar, juga terdapat hadits dari Abu Hurairah dan Abu Musa. Hadits ini tidak menunjukkan pada jumlah usus yang tujuh pada orang kafir namun adalah permisalan (majaz) sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Al-Qaadhi Iyadh (yang dinukilkan oleh Imam An-Nawawy dalam Syarah Shahiih Muslim (XXIII/24), cet. Daar Ibnu Haitsam) bahwa hadits ini untuk menggambarkan bahwa orang kafir itu makan dan minumnya banyak, sedangkan orang mukmin adalah sederhana dalam makan dan minum. Lihat lengkapnya di Fathul Baari (IX/536-540)

Sungguh Rahasia Allah semata kenapa banyak angka tujuh disebut-sebut.

Wallohu’alam.

BRC Cibaduyut

Kontak Messenger

Twitter Badge

Ayat Quran

madu pahit